Senin, 27 Agustus 2012

Memulai... (lagi?!)

Satu kata yg mudah ketika diucapkan, namun begitu sulit saat dilakukan. yah begitulah ketika kita berada di suatu kondisi yg mengharuskan utk bergerak namun pikiran, mood, belum mau ikut serta sebagai pelengkap dalam kata memulai. Terlebih lagi apabila sebelumnya kita meninggalkan hal yg kita lakukan tersebut dalam rentang waktu yang tidak sebentar. Ini akan menimbulkan penyakit-penyakit mood.

Seperti yg kurasakan saat ini, setelah beberapa bulan disibukkan dengan kewajiban yg harus dituntaskan. Kemudian disambung dengan libur yang lumayan panjang selama bulan puasa, sehingga menjadikan kemauan, niat menulis jadi kendor.

Memang sih, sudah sekian kali aq recharge. sekian kali aq menampung recharge dengan harapan akan ada pemacu semangat pas kedepannya. Emang udah semangat, emang udah diniati. tapi kok untuk mengetikkan satu kata saja beratnya minta ampun yah. Ide yg biasanya berseliweran tiba-tiba ilang gitu ajah.

Ga bisa dipungkiri juga sih, mungkin kondisi seperti itu sedang berada di zona jenuh. atau perlu penyegaran dalam hal yg sama. Ini aja nih mulai nulis kayak gini mulainya setengah duerrr. Makanya aku beranikan nulis diblog sendiri dulu. belum pede publish di socmed yg disana. hehehe…yg disini kan ga ada yg baca, klopun ada paling cuma follower, itupun cuma dikit doank. hehehe…yah paling ga, sebagai pemanasan lah buat majangin tulisan di area umum lagi.

Sebenarnya ada alasan kuat yang lain kenapa aku berniat memulai kembali kegiatan menulisku ini. Yaitu ada dua event yang tiba-tiba menggerakkanku untuk menulis. Yg pertama adalah eventnya KOMPASIANIVAL 2012. Tadinya aq telat tahu info soal ini. Eh pas iseng comment di fb, malah ditanggepin serius sama temen-temen kompasioner lain. Jadi excited gitu deh. Moga aja aq bisa dateng ya Allah. Kabulkan doaku ini. Amin99x

Yg kedua adalah eventnya dari diffa majalah yang sempet tertunda beberapa bulan yg lalu. Awalnya aku pikir malah udah dibatalin aja gitu, eh ternyata baru tadi pagi ada balesan email dari redaksinya yg blg klo event itu bakal tetap diadain namun ada perubahan pelaksanaannya saja. jadi disuruh tunggu info selanjutnya. Padahal hampir saja aku udah nggak ngeh sama ini event loh saking ga adanya kejelasan.

Makanya aku jadi kembali terpacu utk memulai kembali kegiatan menulisku. Agak canggung juga ternyata ya, tapi sudahlah harus dilanyahkan lagi dari sekarang. belepotan lagi ga pa-pa, yg penting udah mau mulai. gitu kan?? hehehe…


SEMANGAT^^

Senin, 06 Agustus 2012

#Jleb moment #nomention #JustShare

Sejak pertama kali ku menyimpan rasa ini
Sesungguhnya ku tahu ku tak mungkin milikimu
Ku bukan yang sempurna dan bukan sosok idamanmu
Tapi jiwaku dan ragaku seluas cintaku

Biarkan aku yang membuktikan
Biarkan aku yang menunjukkan
Cintaku adalah perjuangan
Pertandingan hidup dan matiku

Ku tak akan henti melakukan
Sebelum semua kau sadari
Tak pernah salah ku mencintamu, memujamu
Asalkan kau lihat hatiku

Tapi jiwaku dan ragaku seluas cintaku

Biarkan aku yang membuktikan
Biarkan aku yang menunjukkan
Cintaku adalah perjuangan
Pertandingan hidup dan matiku

Ku tak akan henti melakukan
Sebelum semua kau sadari
Tak pernah salah ku mencintamu, memujamu
Asalkan kau lihat hatiku

by: Kerispatih - Lihat Hatiku


http://meliriklagu.com/k/kerispatih/kerispatih-lihat-hatiku.html

Senin, 11 Juni 2012

Menulis dalam Cita


Bercerita tentang cita-cita, terus terang saya masih bingung. Bukan berarti saya tidak memiliki cita-cita. Namun seiring dengan perjalanan hidup saya sebagai seorang difable banyak hal yang harus disesuaikan dengan segala kondisi yang ada. Sehingga, tak jarang apabila ditanya tentang cita-cita saya akan menjawab “Ingin ini, ingin begini…juga…ini..dan itu…” Tapi berhubung PlotPoint menggarisbawahi bahwa hanya satu cita-cita yang dijadikan tema dalam tulisan ini, maka saya akan coba menggabungkannya seringkas mungkin.

Are you ready to read it?? Oke…(Jengjengjengjeeeng *backsound*hehehe)

Akhir tahun 2009, saya menyelesaikan jenjang pendidikan di fakultas Psikologi Satya Wacana Salatiga. Saat itu, semangat serta keinginan untuk bekerja begitu menggebu. Kemudian saya mencoba mengirim cv ke berbagai perusahaan, instansi, sekolah, dimana pun sesuai dengan progdi yang saya ambil.

Dari sekian banyak cv yang saya kirim, hampir semuanya dinyatakan lolos secara administrasi. Layaknya seorang pelamar kerja, jika lolos tahap pertama maka lanjut tahap interview. Dan, kenyataan pahit itu menghampiri saya. Semua perusahaan, instansi dan sekolah yang melihat langsung kondisi fisik saya mundur teratur. Saya paham itu adalah sebuah penolakan.

Kemudian saya berpikir, apa yang bisa saya lakukan selanjutnya?? Padahal saya hanya berdiam di rumah. Dan kemudian saya menemukan dunia baru, yaitu dunia kepenulisan.

Mulailah saya jatuh cinta pada bidang ini. Berawal dari ajakan Dosen untuk menyalurkan hobi saya membuat puisi yang selama ini berceceran dimana-mana tak tentu arah. Saya kemudian bergabung dalam blog social media yaitu Kompasiana. Disinilah saya menemukan passion baru, berkenalan dengan penulis-penulis senior maupun pemula seperti saya. Sambutan hangat yang begitu ramah membuat saya semakin mantap untuk menulis.

Memang benar, jika tulisan saya mungkin belum bisa dikatakan bagus. Belum setara dengan Andrea Hirata atau Dewi Dee. Akan tetapi saya merasa bebas ketika menulis. Fiksi adalah tulisan yang paling banyak saya tulis, terutama puisi.

Saya banyak belajar dari menulis. Bagaimana kata demi kata itu menyuarakan kejujuran dari hati kita. Bagaimana kata-kata itu mampu mengubah pikiran, pandangan atau nilai dalam kehidupan ini. Bagaimana kata-kata itu mampu melenakan kita dalam keindahan kosakata. Bagaimana kata-kata itu menggerakkkan tubuh yang tadinya terbujur kaku dalam keegoisan diri. Semua itu saya temukan melalui dunia kepenulisan ini.

Dan pada akhirnya saya mantap mengatakan bahwa cita-cita saya adalah ingin menerbitkan buku. Buku dengan bersampulkan nama diri sendiri. Tidak mudah memang, akan tetapi saya masih berproses menuju ke sana.

Proses itu membawa saya berpetualang. Berpetualang melewati penolakan-penolakan dari penerbit satu ke penerbit yang lain. Dengan berbagai macam alasan tentunya. Mereka bilang jadwal dari penerbitan tersebut sudah penuh, sehingga tidak bisa menampung tulisan baru. Ada juga yang mengatakan ‘belum punya nama’ Saat itu saya berpikir, mungkin belum berjodoh dengan penerbit ini. Dan kembal saya mencoba mengirim tulisan.

Lalu saya mencoba berpetualang menangkringkan tulisan di beberapa majalah remaja. Dan benar seperti perkiraan saya, ada tulisan yang dimuat, tapi ada juga yang hanya dikabarkan dimuat hehehe.. Hasil dari dimuatnya tulisan saya itu memang tidak seberapa, namun kepuasan batin ketika tulisan itu dimuat dan dibaca banyak orang adalah nilai yang tak terhingga besarnya. Terlebih lagi jika tulisan itu mampu menginspirasi dan memotivasi pembaca.

Jika ditanya apakah ada tulisan yang paling berkesan?? Saya jawab ada. Yaitu ketika puisi saya ikut dimuat ketika saya menjadi narasumber di majalah Luar Biasa edisi oktober 2011. Mungkin bagi warga Jakarta majalah Luar Biasa tidak asing. Karena majalah itu diproduksi untuk Jabodetabek. Lebih membanggakannya lagi ketika mengetahui jika ternyata Bapak Andrie Wongso adalah orang penting yang mempunyai andil besar dalam pembuatan majalah Luar Biasa ini.

Saya terus mencoba mengasah kemampuan menulis. Meski terkadang maĆ­z seperti orang curhat (emm…ini termasuk tidak ya?? hehehe). Tapi saya terus menulis. Entah hanya puisi, cerpen, opini, atau apapun itu. Saya akui beberapa waktu terakhir ini saya jarang menulis di Kompasiana atau di tempat lain. Bukan karena sudah tidak minat menulis, melainkan jadwal kegiatan di dunia nyata cukup menguras waktu dan tenaga saya. Well, sebagai seorang Trainer di sebuah lembaga yang bergerak di bidang SDM tentulah harus hadir secara total.

Diantara kegiatan-kegiatan itulah saya terus berpikir untuk bisa menerbitkan buku sendiri.

Terkadang, saya bingung menentukan apa yang ingin saya bukukan?? Kumpulan puisikah? cerpen? atau hal yang lain. Sempat juga terfpikir untuk menulis tentang difable. Lain hari beda lagi, ketika saya berkegiatan training, saya berpikir ingin menulis tentang trainer. Jika dituruti banyak ya..hehehe...

Intinya saya ingin menjadi penulis. Tiga buku Antologi (Kompasiana) yang sudah ada belum membuat saya merasa puas. Saya ingin memiliki buku yang seluruh isinya adalah hasil karya, ide, pemikiran serta pendapat saya. Namun itu semua membutuhkan usaha dan kerja keras. Yang saya lakukan hari ini memupuk semangat menulis agar tidak kendor. Malas, jenuh, mati ide pasti akan tetap ada dan tidak dapat dihindari namun hendaknya harus bisa disikapi dengan bijak. Sehingga tidak mematikan daya juang untuk terus berkarya.

Ya, itulah petualangan saya dalam dunia kepenulisan. Saat ini saya masih berusaha untuk bisa menerbitkan buku sendiri. Mencari informasi ke berbagai penerbit. Bertanya sana sini tentang Self Publishing. Dan tentu saja terus mencari ilham untuk menulis. Mencari itu memang sulit dan melelahkan, namun jika dilakukan dengan konsisten dan tanpa pernah menyerah, dengan sendirinya yang dicari akan datang. Begitu bukan??

Jika kelak cita-cita ini terwujud, saya ingin semua orang tahu bahwa menulis juga mampu menjadi profesi yang layak diperhitungkan. Di luar sana mungkin sudah banyak penulis-penulis handal. Namun bagaimana kita memberikan ciri khas tersendiri dalam tiap tulisan, bagaimana kita mengemas tulisan itu menjadi hal yang bernilai bagi semua orang.

Saya tidak mau muluk-muluk, jika tulisan saya bisa diterima dengan baik. Bukan tidak mungkin jika buku saya nanti pun demikian. Sehingga saya bisa dengan tegap mengatakan pada mereka jangan melihat saya sebagai difable. Namun lihatlah yang sudah saya lakukan. Apa yang sudah saya berikan dan apa yang sudah saya ciptakan. Itu saja!

Kamis, 31 Mei 2012

My wish on My last May


Bolehkah aku meminta?

Sepenggal saja kisah itu terulang...

Sepotong tawa di sana kembali tercipta di sini..

Bolehkah aku meminta lagi?

Sedetik lagi biarkan rasa ini mengurai indah senyumnya...

Sebentar saja biarkan nada itu terdengar kembali...

Lalu, masih bolehkah aku meminta?

Jangan hapus kenangan ini untukku...

Jangan jauhkan kedekatan ini begitu saja...

Sekali lagi, masih boleh kan aku meminta?

Untai kembali kisah indah ini...esok, lusa, dan seterusnya...

Ciptakan kebersamaan dalam kebahagiaan yg hakiki...

Terakhir, perbolehkan aku meminta...

Limpahkan kasih sayang nyata, apa adanya...

Tanpa putus, tanpa henti...

Sebab hanya inilah caraku yg mencintaimu dengan sederhana.

_Lakz you_
31May2012

My May


Aaaaaaaagggghhhhh………..

Ga mau hari ini berakhir. Ga mau bulan Mei abis hari ini. Ga rela besok udah bukan Mei lagi. Huaaaa..hikzhikzhikz!!!

Ngetik ini aja sambil geregetan nggak jelas. Garuk-g

aruk tembok. Mukul-mukul bantal. Untun nggak jinjit-jinjit di meja ya? Pada heboh pasti. Rempong amat cuma soal ganti bulan doank! Hadeuh! Yah, beginilah klo punya moment spesial yg bener-bener bikin joget ‘chaiyachaiyachaiya’ eh? Udah ga musim ya, hehehe...

Dan nggak cuma ‘a moment’ tapi many moments. Ya ampun jadi keinget semuamuanya deh! Emang sih awalnya itu sekedar moment biasa ajah… Tapi makin kesini makin ga bisa dilupain gitu aja. Pas ultahku 5/5 itu juga berkesan bgt. Ada kisah dibalik ultahku yg ga semua orang tau. Emmm…ceritain ga ya??

Belum cerita aku udah geli sendiri nih. Oke, this is my story. Satu minggu sebelum ultahku, aku sama sekali nggak kepikiran bikin acara atau planning mau kemana mau ngapain. Hanya stay @home aja, sama seperti tahun2 sebelumnya. Boring ye? Emang!! Hikz.. Tapi berhubung salah seorang sepupuku sangat amat lihai dalam ’memprovokasi’ ’mengintimidasi’ dan juga ’membujuki’ (halah..) diriku agar mau keluar. Dengan berbagai macam alibi aq menangkisnya tapi tetep ya..klo udah urusan beginian aq nggak bakat ngeles. Jadinya pergilah kita bertiga ke suatu tempat.

Sempet ragu dan bingung. Harusnya kan aq yg didatengin, yg ultah kan aq? Kenape aq yg ngedatengin ye? Hadeuh... Tapi emang musti kudu dibegituin sih orang sibuk satu ini. Wajarlah namanya juga arteeeeesssss!!! *uhuk*

Belum kelar bingungnya, dibikin bingung kuadrat sampe tempat tujuan. Lah kok ruameee uamaaaat yak? ”Oh, soalnya ini kan malem minggu Crit” kata sepupuku membenarkan. Iya juga sih. Cuma kok kayaknya rada aneh ya, yg dicari kagak keliatan babarblas.

Tanya deh ke waitressnya, ”Mas, coffeebreaknya ntar ada kan?” ”Nanti abis event ini mbak.” ”Jam berapa ya?” ”Sekitar jam10!” Uwwhhaaaaaatttttttttttttt??????? Oke, tenang! Ini bukan masalah jam10nya..tapi kita datengnya kepagiaaaaaaannnn. Jam7 udah nangkring disituh. Huaaa..gimana nggak geblex coba. Ini salah info, salah informasi. Pengen tak cium tuh yg ngasih info, tapi gimana bisa, orang yg ngasih infonya tuh dirikuh sendirih...huaaaaa *makin kejer*

Alhasil kita tersiksa dengan performer yg nggak jelas nggak jelas ituh *sory bukannya ga sopan, tapi ini kejujuran* eh? 3 jam berasa seperti 3 tahun. Rambut memutih, kulit mengkerut, mata sayu sayu kriyip, muka sendu sendu kelabu. Sampe pindah tempat duduk berkali-kali saking penuhnya dan karena blm dapet spot yg pewe. Mana perut nggak bisa diajak kompromi lagih. Wuih..blekuthukblekuthuk nggak jelas, siksaan perut yg nggak tau timing. Sempurna deh, udah nunggu lama, boring, ini mules sisan. Salah sendiri juga sih, malem sebelumnya cuma tidur 2 jam, plus lupa nggak selimutan, saking capeknya nahan kantuk. Garagaragirigirigurugurugeregere duooorrr. hehehe... Alesannya kenapa aq skip aja ya*hehehe

Singkat cerita, akhirnya yg ditunggu datang juga. Hemm...biasa aja sih, pas awal perform juga. Eh tau-tau terdengar lagu ”Hari ini hari yg kau tunggu...bertambah satu tahun usiamu...” btw itu lagunya Jamrud kan ya? eh bener ga sih?! hehehe... Sayangnya yg nyanyi bukan dia, tapi gapapa ding.. My fav song tetep bukan orang lain kok yg bawain. Etadah!!! Surprisenya ga sampe itu doank! Yg empunya tempat, eh..yg ngelola tempat, eh yg ngawasin nih tempat (WTFlah) yg jelas yg selalu stay disitu pas coffeebreak maen a.k.a sist Momon ngasih dessert plus pake lilin gtu. Jadi deh tiup lilin…yeyeyeeee… Padahal itu pengunjungnya kebanyakan cowo’ ‘n bapak-bapak loh! hahahaha..maap ya pak, digangguin ama beginian.

Yup, emang malam itu special buatkuh. Tapi yg paling aku suka tentu saja semua perhatiannya tertuju untukku. Itu saja! Semenjak pertemuan tak terduga pertengahan april lalu setelah sekian lama nggak ketemu. I feel more excited when we meet together.

Your attention is more important than everything.

Hehehe..udah ah…intinya aq sukaaaaa dengan Mei tahun ini. Dan nggak rela klo hari ini hari terakhir di bulan Mei tahun 2012. Life must go on. Meski Mei telah berlalu, tapi kenangan itu akan tetap tersimpan rapi di ingatanku. Begitu pula semua yg terjadi semoga tetap terjalin baik. Seterusnya.

_Lakz You_

Jumat, 04 Mei 2012


I can be tough, I can be strong
Aku bisa tegar, aku bisa kuat
But with you, it's not like that at all
Namun bersamamu, aku berubah
There's a girl that gives a shit
Seorang gadis memperhatikan
Behind this wall you just walk through it
Di balik tembok yang baru saja kau lewati

PRE-CHORUS
And I remember all those crazy things you said
Dan aku ingat semua hal gila yang kau katakan
You left them running through my head
Kau buat semua itu merasuk di kepalaku
You're always there, you're everywhere
Kau selalu ada, kau ada di mana-mana
But right now I wish you were here
Namun saat ini aku ingin kau berada di sini

All those crazy things we did
Semua hal gila yang kita lakukan
Didn't think about it, just went with it
(Aku) tak memikirkannya, hanya menjalaninya
You're always there, you're everywhere
Kau selalu ada, kau ada di mana-mana
But right now I wish you were here
Namun saat ini aku ingin berada di sini

CHORUS
Damn, damn, damn
Sial, sial, sial
What I'd do to have you
Apa yang harus kulakukan untuk memilikimu
Here, here, here
Di sini, di sini, di sini
(I wish you were here)
(Aku ingin kau berada di sini)

Damn, damn, damn
Sial, sial, sial
What I'd do to have you
Apa yang harus kulakukan untuk memilikimu
Near, near, near
Dekat, dekat, dekat
(I wish you were here)
(Aku ingin kau berada di sini)

I love the way you are
Aku mencintaimu apa adanya
It's who I am, don't have to try hard
Inilah aku apa adanya, tak perlu bersusah payah
We always say, say like it is
Kita selalu berkata, berkata apa adanya
And the truth is that I really miss
Dan sungguh aku sangat merindukan(nya)

PRE-CHORUS

CHORUS

(2x)
No, I don't wanna let go
Tidak, aku tak ingin melepaskannya
I just wanna let you know
Aku hanya ingin kau tahu
That I never wanna let go
Bahwa aku takkan pernah ingin melepaskannya
Let go, oh oh
Melepaskannya, oh oh

CHORUS (2x)


050512
_Lakz you_

Menjelang malam itu...


Malam ini, sama seperti malam-malam seelumnya. Tidak ada yang berubah. Tidak ada yang spesial. Tetapi...entah mengapa aq merasa tidak mau melewatkannya begitu saja. Saat ini tepat pukul 23.23 wib. kurang dari satu jam lagi sudah memasuki hari baru. Hari yang sangat bersejarah bagiku. Ya, benar. Besok adalah pertanda bahwa aq masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menghirup oksigennya secara gratis.
Harusnyaaq senang kan? Harusnya aq berdebaran menanti hari kelahiranku kan? Namun entah...tidak ada perasaan apapun disini sekarang. Apakah karena sudah terlalu lama aq melewatkan malam menjelang peringatan kelahiranku ini sendirian? Tanpa satu orangpun yg berada disisiku?
Aku selalu melewatinya dengan merenung. Merenung tentang apapun juga. Merenung yang justru serngkali tidak menghiburku sama sekali. Atau memberikanku ketenangan jiwa. Mungkin perenungan yg selalu aq lakukan tersebu hanyalah sebuah pelarian. Pelarian dari rasa kesendirian. Pelarian dari rasa kesepian.
Aq tidak berani berharap banyak. Aq tidak berani membayangkan kejutan apa yg akan aq terima, dari siapa. Dalam tiap malam menjelang kelahiranku ini aq selalu berharap pada satu orang. Meski sekedar pesan singkat, atau mungkin suaranya sesaat saja. Namun selalu kecewa yg kudapat. Lupa adalah satu-satunya jawaban yg sangat sederhana tapi menusuk.
Benar. Harusnya aq tau diri, sadar diri. Aq bukan siapa-siapa. Aq tidak berhak memintanya melakukan ini dan itu. Aq tidak boleh egois. Aq juga tidak boleh serakah. Ya kan?? Meski aq tau dia akan lupa lagi seperti tahun-tahun sebelumnya, namun aq selalu menunggunya.
Betapa bodohnya aq selalu mengharapkan dia mengerti, mengharapkan dia selalu ingat. Hah...terkadang aq lelah dengan semua ini. Ingin rasanya berteriak di depannya dan mengatakan semuanya.
Namun semua tertutup dalam diam. Tertata rapi dalam balutan sunyi. Aq tau kita sama-sama takut untuk mengungkapkannya. Kita sama-sama tidak mampu mengatakannya. Dan kita memilih untuk berbicara melalui tatapan mata saja.
Aq tau, aq merasakannya. Namun terkadang sebagai manusia biasa masih meragu dalam mengartikannya.
Tuhan, malam ini aq ingin melampiaskan semuanya. Dan berharap kebaikan, dan kedekatan masih menyertai perjalanan hidup kami. Apapun yg terjadi nanti, aq harus siap menghadapinya. Apapun itu!!

040512
23.40 wib