Selasa, 28 Mei 2013

KAMU (part20)





Sungguh…


Aku tak mengerti…


Aku tak pahami semua ini…


Bukanku menghilang, bukan pula sembunyi


Aku pun tak tahu apa arti ini…


Bukan maksudku menghindari…


Bukan pula enggan mengakhiri…


Ah…aku bingung… entahlah…


Seakan raga terpisah dari sukmanya


Lepas, lunglai melayang tanpa arah


Bukanku ingin membisu…


Tetapi kelu ini begitu sendu…


Mencabik-cabik rongga kemesraanku padamu


Telah goyahkah aku?


Atau hanya mati suri?


Kabut memaksaku menatapmu lebih dalam…


Dalam…dalam lagi hingga terjebak dalam cahaya kelam


Ah…apakah aku harus berlari?


Ataukah berjinjit dari duri-duri ini?


Tidak…


Aku tidak begitu..


Karena aku hanya bisa terdiam, mematung…


Menjadi teman untuk keterdiamanku


Menjadi tangan untuk lukaku


Menjadi suara untuk hampaku



Dan menjadi buih untuk sapamu…..

KAMU (part19)







Ku di sini termenung sendiri

Menatap tirai keraguan akan tanya yang tersamar

Ku di sini tertahan hujan

Menatap derai kerinduan yang mengalir dengan rintiknya

Minggu, 19 Mei 2013

KAMU (part18)



Ternyata aku takut…

Aku takut menjauhimu

Aku takut kamu semakin menjauh

Ya…sepertinya aku takut…sangat takut…

Bahkan aku takut untuk merindukanmu

Aku takut memikirkanmu

Aku takut pada bayangan di depan cermin ini

Aku takut pada diriku sendiri

Aku takut…

Aku takut untuk kehilanganmu. 

 

180513

KAMU (part17)





Masih…


Masih sama, seperti kemarin

Resahku menderu biru…

Sejengkal demi sejengkal kupotong ingatanku

Agar resahku tak menusuk menembus sudut tersulitku

Sebilah pikiran ku patri di luar keraguanku

Agar tanyaku tak menghujam tiap hela nafas terdalamku

Namun, masih saja…

Masih…

Aku mau kamu tahu…

Aku menjagamu, menjaga hatimu

Dengan terus berusaha menepati apa inginmu

“I will try” dan “I will do”

Agar terjaga selamanya…itu katamu…

Aku tak pernah sedetikpun melupakannya

Dan aku tak pernah sekalipun tak berusaha mengiyakannya

Namun seringkali aku tak punya daya

Aku tak bisa untuk tidak mempedulikanmu

Aku tak bisa untuk tak melihatmu

Kamu…maafkan aku…

Jika rasaku masih menutupi kedua mata hatiku

Tapi, aku pastikan satu hal…

Aku tak akan pernah pergi menghilang, ataupun bersembunyi dibalik nyata yg sesungguhnya

 


180513

KAMU (part16)




Ada tanya menyeruak seketika
“Siapa dia?”
Hasrat tertahan sebuah realita, nyata
“Diakah sekarang?”
Ingin hati mendamba biasa
Masihkah kiranya tak mengapa menantikanmu?
Masihkah kiranya tahu diriku memenangkannya?
Bukan untuk mencerca, bukan jua menilaimu
Sekedar hati bertukar kisah barumu
Sebatas tahu akan menjadi penawar resahku
“Hai kamu…bolehkah aku tahu?”
Tanya ini kutelan perlahan
Terbius oleh nyata yang terlalu takut akan sebuah penolakanmu  
“Ada apa ini? Mengapa kelu menghimpitku?”
Aku tak mau begini
Aku ingin bukan seperti ini
Aku ingin kembali nyaman dalam kisah rahasia itu
Hilangkan keterasingan ini
Kamu…kamu…kamu….
Aku tercekat oleh nyata itu
Nyata yg terucap dari kita, oleh kita
Haruskah aku menepi lalu pergi dengan sebungkus tanya yang mengerasi hati?
Haruskah aku berlalu tanpa peduli bayang hatimu masih membekas dalam duri?
Ataukah aku harus kembali bertahan bersama resah tanya ini?
Ahh…sulitku menanyakan hatimu yang telah membungkam logikaku
Hingga kata-kata sederhanapun menguap tiada jejak tiada rupa…
“Itu siapa?”

180513