Senin, 02 Desember 2013

Aku Difabel...


 by : Galuh Ayu

Aku difabel…
Terlahir sebagai difabel…
Bertumbuh dalam difabel…
Berkembang dalam benak difabel…
Berkumpul pada yang bukan difabel…
 
Aku difabel…
Kamu?
Bukan ‘tampak’ yang membedakan aku dan kamu…
Melainkan memakai teropong yang manakah kamu melihatku, aku melihatmu…


Aku difabel…
Terbiasa membaca IBA yang tersirat dimatamu…
Namun tak mau membiasakan mengIBA dalam isyaratmu…
Terbiasa menahan beratnya ARUS yang selalu melawan akal pikirku…
Namun tetap berada dalam ARUS yang aku yakini benar…
Mengapa?
Karena aku lebih memilih terasing, dalam keyakinan diri…
Bukan untuk menghindar melainkan mencuri waktu pada DIA yang selalu ada ketika kamu, kalian menjadi ASING dalam seketika…


Aku difabel…
Aku terbatas! Maka aku tak mau memberi BATAS!
Pada apa yang tak terbatas, imaji, naluri, hati serta benak ini…
Aku terbatas! Maka aku tak mau menerima BATAS!
Pada apa yang tak terlihat, pada apa yang tak terdengar..
Pada katamu, kata mereka ataupun kata kalian..
Mengapa?
Karena itu semua bukan kataku, bukan kata hatiku menuju…


Aku difabel…
Aku menerimanya, melebihi sebatang kayu yang berubah menjadi arang
Aku menerimanya, melebihi senja yang selalu tenggelam dalam peraduannya
Aku menerimanya, melebihi rintik hujan yang mengguyur keras padang gurun gersang
Kamu tahu kenapa?
Karena aku telah menerima lebih banyak dari panasnya api yang menjadikan kayu berubah arang
Karena aku telah menerima lebih sering dari gelapnya malam yang menggiring senja pada peraduannya
Karena aku telah menerima jauh lebih banyak dari kerasnya padang gurun yang dihujani rintiknya hujan

Aku tidak akan menilaimu, karena kamu bukan aku…
Aku tidak akan menghakimimu, karena aku bukan kamu…
Bisakakah kamu begitu padaku?
Aku tak kan memaksamu, karena ku tahu…
Kamu belum sepenuhnya bisa melihat apa isi hatiku.. 

#repost @kompasiana.com/galuhayu
3 Desember 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar